Licik Banget! Hanya Agar Bisa Masuk di Sekolah Idaman, Anak Orang Kaya Ini Malah Ngaku-Ngaku Sebagai Orang Miskin

Siapa sih yang nggak mau masuk ke sekolah favorit? Kebanyakan dari kita pasti pada berebut untuk masuk ke sana? Selain karena kualitasnya, juga karena gengsi yang didapat kalau kita berhasil masuk ke sekolah favorit. Sayangnya, banyak orang melakukan cara-cara culas dan licik untuk bisa masuk ke sekolah favorit. Salah satunya adalah dengan memalsukan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Hal ini terjadi di SMA Negeri 1 Brebes.


Karena banyaknya calon siswa yang melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) saat mendaftar sekolah, Tim survei SMA Negeri 1 Brebes, mendatangi alamat calon siswa untuk melakukan pengecekan. Apakah benar dia termasuk keluarga tidak mampu, atau cuma ngarang aja.

Setelah ditelusuri, ternyata banyak yang hanya mengaku-ngaku miskin, padahal berasal dari keluarga mampu. Mereka diduga melampirkan SKTM supaya mendapat prioritas diterima di sekolah. Memang para pemegang SKTM lebih diproritaskan masuk. Hal ini ditegaskan oleh Ketua panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDP) SMA Negeri 1 Brebes, Leksito Rini. Katanya, pemegang SKTM yang punya nilai minimal 24, akan langsung diterima.

Prioritas inilah yang membuat banyak calon siswa ingin jalur instan.  Selama pendaftaran calon siswa, ada 78 anak yang melampirkan SKTM untuk jurusan MIPA dan 50 anak untuk jurusan IPS. Sayangnya, dari hasil penelusuran tim survei, banyak yang melampirkan SKTM tadi, ternyata anak orang kaya. Bahkan, ada yang rumahnya mewah, anak juragan warteg, punya mobil pribadi, dan punya motor lebih dari satu.

Kan aneh banget ntar kalau beneran masuk gara-gara SKTM, eh pas udah sekolah malah bawa mobil ke sekolah. Trus, yang beneran kurang mampu apa kabar?

Licik banget kan caranya? Kalau mau diterima di sekolah favorit tuh, ya belajar dengan giat. Ini udah kaya, pengen masuk sekolah negeri favorit juga, kemaruk amat kayak Firaun.

Fenomena seperti ini memang sering terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Sayangnya, kebanyakan tim survei langsung menutup mata dengan kondisi sebenarnya calon murid, setelah dilobi sama orangtua murid. Untunglah di brebes tidak begitu. Kamu pernah melihat fenomena licik seperti ini juga? - Sumber